Menara Big Ben menjadi maskot paling ikonik bagi Negara Inggris. Hampir semua orang di penjuru dunia pasti pernah mendengar namanya yang megah.
Di bangku sekolah, nama bangunan bersejarah ini sangat sering ditemui. Landmark ini menjadi simbol perjalanan sejarah arsitektur sekaligus lambang kemajuan peradaban modern dunia.
Banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya Big Ben berada di kota apa? Bangunan legendaris Menara Big Ben berada di kota London, tepatnya berdiri megah di ujung utara Istana Westminster.
Karya arsitektur ini menginspirasi banyak negara untuk membuat bangunan serupa, seperti Royal Clock Tower di Makkah hingga Jam Gadang di Bukittinggi, Indonesia.
Beberapa orang kerap salah mengira bahwa jam raksasa The Great Clock ini merupakan patokan waktu bagi seluruh dunia. Inggris memang menjadi pusat acuan waktu dunia, namun waktu Greenwich Mean Time (GMT) bukan ditentukan oleh lonceng ini.
Waktu GMT ditetapkan berdasarkan garis meridian yang melintasi Kota Greenwich, bukan dari detak mekanis menara jam tersebut.
Terdapat banyak fakta unik seputar menara jam ini yang jarang diulas. Mari kita telusuri deretan rahasia pentingnya secara lengkap.
Fakta Menarik dan Sejarah Menara Big Ben

Jam merupakan instrumen vital dalam kehidupan manusia. Fungsinya tidak hanya menunjukkan waktu dan membantu janji temu, tetapi juga memiliki nilai seni yang tinggi seperti pada jam dinding yang estetik.
Bahkan, jam juga sering diproduksi sebagai jam dinding tembaga bernilai artistik tinggi, hingga dibangun sebagai monumen bersejarah bangsa layaknya Menara Big Ben.
Menara jam ini berawal dari bencana kebakaran dahsyat yang melanda Istana Westminster pada tahun 1834. Arsitek Charles Barry kemudian ditunjuk untuk merancang kompleks istana baru lengkap dengan sebuah menara jam raksasa.
Pembangunan menara dimulai pada tahun 1843. Augustus Pugin, perancang detail jam yang rumit ini, bahkan bekerja begitu keras hingga mengorbankan kesehatannya sebelum proyek selesai.
Struktur menara megah setinggi 96 meter ini tercatat mengalami kemiringan sekitar 220 milimeter ke arah barat laut. Kondisi tanah dan fluktuasi suhu membuat kemiringan menara terus bergeser tipis beberapa milimeter setiap tahunnya.
1. Elizabeth Tower Adalah Nama Aslinya
Banyak wisatawan kerap salah menyebutnya sebagai menara Big Bang atau torre Big Ben dalam bahasa asing, bahkan kadang salah ketik menjadi beg ban. Padahal, sebutan Big Ben sebenarnya hanya merujuk pada lonceng raksasa di dalam puncak menara.
Nama resmi menara ini awalnya adalah Menara Santo Stephen. Lalu pada tahun 2012, namanya resmi diganti menjadi Elizabeth Tower untuk menghormati 60 tahun masa bertakhta Ratu Elizabeth II.
Meski nama resminya Elizabeth Tower, sebutan Menara Big Ben sudah terlanjur melekat di hati masyarakat dunia dan tetap digunakan secara luas hingga saat ini.
2. Terdapat Penjara Rahasia di Dalam Menara

Ruang tahanan mini ternyata telah dirancang sejak masa awal konstruksi menara. Penjara ini dahulu dibuat khusus bagi anggota parlemen yang terbukti melanggar tata tertib pemerintahan.
Fasilitas sel tahanan ini sudah tidak difungsikan sejak akhir era 1880-an. Keberadaan ruang ini menunjukkan bahwa arsitektur istana Westminster menggabungkan fungsi keamanan ketat dengan keindahan bangunan.
Di era modern, sentuhan historis dari bangunan megah seperti ini sering menginspirasi konsep dekorasi ruang tamu klasik maupun pembuatan jam dinding tembaga custom.
3. Bertahan dari Hantaman Bom Perang Dunia II
Peristiwa pengeboman The Blitz oleh tentara Jerman menghujani belasan kota di Inggris dengan ratusan ton bahan peledak. Serangan maut tersebut rupanya sempat mengenai kompleks menara jam ini.
Pada tahun 1941, dua bagian dari total empat dial muka jam rusak parah akibat serbuan bom. Hebatnya, jarum jam pada dua sisi lainnya tetap berputar akurat tanpa henti.
Selain ancaman masa perang, jam raksasa ini beberapa kali terganggu oleh kawanan burung yang hinggap di jarum serta tradisi lemparan koin dari turis mancanegara.
Koleksi lonceng dan pilar besinya merupakan mahakarya yang bernilai tinggi layaknya karya kerajinan logam antik warisan masa lalu. Pemerintah Inggris pun beberapa kali melakukan pemugaran skala besar untuk merawat mesin presisinya.
4. Ukiran Doa Khusus untuk Ratu Victoria

Pada bagian dasar setiap muka jam, terdapat ukiran tulisan berbahasa Latin: Domine Salvam Fac Reginam Nostram Victoriam Primam. Kalimat ini bermakna permohonan doa perlindungan bagi Ratu Victoria I.
Desain setiap muka jam dibuat dengan presisi tinggi. Augustus Pugin menggunakan bingkai besi berdiameter 7 meter yang memuat 312 kepingan kaca opal indah.
Bagian luar angka jam dilapisi emas murni berkilau yang melambangkan kemegahan serta prestise abadi, sejalan dengan karakteristik harga emas yang stabil.
Itulah deretan fakta bersejarah dari Menara Big Ben yang sarat pesona. Bagikan artikel ini kepada rekan Anda dan temukan ulasan arsitektur menarik lainnya di situs kami.