Dalam dunia industri, kerajinan, hingga dekorasi tembaga dan kuningan sering dianggap sama. Sebab keduanya memiliki kilau hangat yang menarik, warna keemasan cantik, dan sama-sama tergolong sebagai logam mewah yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Namun terdapat perbedaan tembaga dan kuningan yang cukup signifikan.
Memahami perbedaan mendasar ini merupakan kunci untuk memastikan agar Anda bisa memilih material yang tepat. Oleh sebab itu artikel ini akan membahas tentang berbagai perbedaan antara tembaga dan kuningan yang belum banyak diketahui.
Mulai dari perbedaan komposisi kimianya, karakteristik warna di bawah cahaya putih, sifat magnetis, daya tahan terhadap korosi, hingga fleksibilitasnya dalam proses pembentukan. Dengan begitu Anda tidak akan salah lagi dalam membedakan atau memilih antara tembaga dan kuningan.
Apa Perbedaan Tembaga dan Kuningan?

Meski terlihat serupa, namun tembaga dan kuningan adalah dua material dengan peran yang sangat berbeda. Tembaga unggul dalam konduktivitas dan kemurniannya. Sedangkan kuningan unggul dalam kekuatan, kemudahan pengerjaan, dan ketahanan korosi. Secara garis besar ini dia beberapa perbedaan mendasar antara tembaga dan kuningan.
1. Komposisi Kimia dan Klasifikasi Material
Tembaga adalah unsur kimia murni terdaftar dalam tabel periodik dengan simbol Cu. Berarti tembaga tidak dicampuri dengan unsur lain untuk mendapatkan sifat dasarnya, tembaga adalah logam elemental. Klasifikasi ini menjamin bahwa tembaga berperilaku konsisten dalam aplikasi yang sangat sensitif seperti pengkabelan listrik dan pipa pendinginan.
Lain halnya dengan kuningan. Kuningan adalah perpaduan logam yang dibuat dengan mencampur tembaga dan zeng. Paduan standar kuningan biasanya mengandung 60% hingga 90% tembaga, sisanya adalah zeng.
Terkadang juga terdapat unsur lain seperti timah atau timbal dalam jumlah kecil untuk memodifikasi sifatnya. Komposisi campuran semacam inilah yang memberikan kuningan sifat fisik baru dan berbeda dari tembaga murni.
2. Konduktivitas Listrik dan Termal
Tembaga secara universal diakui sebagai material terbaik kedua untuk konduktivitas listrik. Kemurnian unsur tembaga memungkinkan elektron bergerak bebas, menjadi pilihan utama dan tak tergantikan untuk kabel listrik, komponen elektrolit, dan kumparan motor.
Konduktivitas termalnya juga cukup baik, jadi alasan utama mengapa tembaga banyak digunakan untuk heat sinks dan heat exchangers. Sedangkan dalam kuningan terdapat campuran zeng, jadi konduktivitas listrik dan termalnya jauh lebih rendah dibanding tembaga murni. Penambahan seng mampu menghambat aliran elektron dan panas.
Oleh sebab itu kuningan jarang digunakan untuk aplikasi listrik dimana efisiensi konduksi adalah prioritas. Penggunaannya lebih berfokus pada komponen mekanis seperti termal baterai, baut, atau konektor yang tidak membutuhkan konduktivitas tinggi.
3. Warna dan Perubahan Patina Alami

Tembaga memiliki warna merah muda kemerahan yang khas ketika baru dipoles. Namun seiring berjalannya waktu, tembaga akan bereaksi dengan udara dan kelembaban. Membentuk lapisan pelindung berwarna hijau kebiruan yang dikenal sebagai patina.
Patina pada tembaga seperti yang terlihat pada atap-atap katedral tua atau Patung Liberty adalah ciri khas yang cukup dihargai dalam dunia arsitektur. Sebab patina alami semacam ini mampu memberikan tampilan yang antik namun efektif melindungi logam di bawahnya.
Perbedaan tembaga dan kuningan juga bisa dilihat dari perbedaan warnanya. Warna kuningan sangat bervariasi tergantung pada kandungan sengnya. Kuningan dengan kandungan seng rendah memiliki warna keemasan yang jauh lebih merah mendekati tembaga. Sedangkan kuningan dengan kandungan seng tinggi memiliki warna kuning cerah yang lebih mendekati warna emas.
Sama halnya dengan tembaga, secara alami logam kuningan juga bisa membentuk patina namun warnanya cenderung coklat tua, hitam, atau kehijauan. Warna patina alami kuningan jauh lebih gelap dan kurang cerah dibandingkan platina tembaga.
4. Harga Pasar dan Biaya Produksi
Selain beberapa hal di atas perbedaan tembaga dan kuningan juga dapat dilihat dari segi harga pasar dan biaya produksi. Tembaga umumnya memiliki harga pasaran yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kuningan. Hal ini disebabkan karena tembaga diperjualbelikan sebagai komoditas logam murni.
Biaya penambangan serta pemurnian tembaga hingga tingkat kemurnian jauh lebih tinggi. Tingkat fluktuasi harga tembaga juga sangat bergantung pada pasar global komoditas. Lain halnya dengan logam kuningan yang harganya jauh lebih rendah.
Hal ini disebabkan karena kuningan mengandung campuran seng. Meski proses pembuatan paduan membutuhkan biaya, harga kuningan secara keseluruhan cenderung lebih stabil dan lebih rendah. Biaya produksinya juga diimbangi oleh kemudahan matching kuningan yang mampu mengurangi waktu dan biaya pengerjaan komponen.
5. Daya Tahan Terhadap Kondisi Air
Kedua logam ini dikenal memiliki ketahanan korosi yang sangat baik. Tembaga dan kuningan memiliki keunggulan spesifik terhadap jenis air yang berbeda. Tembaga murni memiliki ketahanan superior terhadap air tawar dan air laut serta berbagai jenis tanah.
Menjadikannya sebagai material utama untuk pipa air minum, radiator, dan pelapis lambung kapal. Namun sebaliknya kuningan menunjukkan kinerja yang sedikit lebih baik dalam menahan efek air keras dan lingkungan yang mengandung sulfur.
Oleh sebab itu jenis material ini sering kali diaplikasikan untuk kran fitting dan katup air. Hal ini disebabkan karena kuningan memiliki sifat kombinasi kekuatan mekanik, kemudahan pemesinan dan ketahanan korosi moderat terhadap air yang mengandung mineral keras.
6. Tingkat Kekerasan

Tembaga murni dikenal relatif lunak dan sangat ulet. Mudah dibengkokkan, ditarik menjadi kawat dan ditempa tanpa mudah retak. Tingkat kekerasannya yang rendah sekitar 35 Brinell membatasi penggunaannya pada aplikasi yang membutuhkan ketahanan gesek dan beban tinggi.
Sedangkan kuningan jauh lebih keras dan kuat dibanding tembaga karena mengandung seng, berada pada skor 55 – 73 Brinell. Kuningan juga memiliki keunggulan luar biasa dalam kemampuan mesin. Sebab logam ini bisa dipotong, dibor, dan dibentuk dengan alat mesin berkecepatan tinggi sehingga lebih mudah dan presisi dibanding tembaga.
Itu dia beberapa perbedaan tembaga dan kuningan yang sering dianggap sama. Dengan memahami beberapa perbedaan mendasar di atas, Anda bisa membuat keputusan yang tepat dalam memilih tembaga murni atau perpaduan kuningan sesuai kebutuhan. Copper Leluhur, pengrajin kuningan yang siap menjadi partner terbaik untuk segala kebutuhan Anda.
Mulai dari penyediaan material baku yang tepat hingga pembuatan produk custom yang presisi seperti berbagai elemen dekorasi masjid. Percayakan segala proyek Anda pada Copper Leluhur dan biarkan kami memberikan yang terbaik untuk Anda.